{"id":372,"date":"2023-02-09T12:16:13","date_gmt":"2023-02-09T12:16:13","guid":{"rendered":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/243"},"modified":"2025-08-14T11:51:52","modified_gmt":"2025-08-14T04:51:52","slug":"pembuatan-batik-jumputan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/2023\/02\/09\/pembuatan-batik-jumputan\/","title":{"rendered":"PEMBUATAN BATIK JUMPUTAN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batik Jumputan Desa Sambirejo merupakan salah satu warisan budaya lokal yang menggabungkan teknik pewarnaan tradisional dengan sentuhan kreativitas masyarakat setempat. Berbeda dengan batik tulis atau cap, batik jumputan dibuat dengan teknik ikat dan celup (tie-dye), di mana kain diikat pada bagian-bagian tertentu lalu dicelupkan ke dalam pewarna, menciptakan pola-pola unik yang tidak pernah sama persis satu dengan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembuatan batik jumputan tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi kreatif, tetapi juga wujud pelestarian budaya. Warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, terlibat aktif dalam proses produksi, dari tahap pengikatan, pencelupan, hingga pengeringan dan penyetrikaan. Warna-warna alami yang digunakan mencerminkan kekayaan alam sekitar, seperti warna dari daun jati, kulit kayu, dan tanaman-tanaman lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini menjadi daya tarik wisata budaya yang edukatif, di mana pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan atau bahkan mencoba membuat sendiri batik jumputan. Dengan demikian, Batik Jumputan Desa Sambirejo bukan hanya kain, tetapi juga kisah tentang kearifan lokal, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik Jumputan Desa Sambirejo merupakan salah satu warisan budaya lokal yang menggabungkan teknik pewarnaan tradisional dengan sentuhan kreativitas masyarakat setempat. Berbeda dengan batik tulis atau cap, batik jumputan dibuat dengan teknik ikat dan celup (tie-dye), di mana kain diikat pada bagian-bagian tertentu lalu dicelupkan ke dalam pewarna, menciptakan pola-pola unik yang tidak pernah sama persis&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":503,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-atraksi-wisata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=372"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1343,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/372\/revisions\/1343"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/503"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sambirejosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}