1. Mitoni (Dilakukan saat usia Kandungan 7 Bulan) Dengan sarana dan prasarana :
- Air dari tujuh sumber mata air,
- Bunga setaman (bunga tujuh rupa),
- Gayung (siwur),
- Kelapa gading muda (cengkir gading),
- Tujuh lembar kain batik dengan motif yang berbeda-beda
2. Brokohan (Dilakukan saat bayi baru lahir) Dengan sarana dan prasarana :
- Nasi Tumpeng
- Ayam Ingkung
- Urap
- Telur rebus
- Jajanan pasar
- Botok
3. Sepasaran (Dilakukan saat bayi berusia 15 hari) Dengan sarana dan prasarana :
- Nasi Tumpeng
- Lauk Pauk
- Bubur Lima Macam
- Jajanan Pasar
- Sekul Asrep-asrepan
- Nasi Golong
- Jenang Abang Putih
4. Selapanan (Dilakukan saat bayi berusia 15 hari) Dengan sarana dan prasarana :
- Tumpeng weton
- gudangan/urap
- Sayuran simbolis
- Telur ayam rebus
- Buah-buahan
- Bubur
5. Khitanan (Dilakukan saat anak berusia 1-12 tahun)
6. Rosulan (Dilakukan saat pasca panen) Dengan sarana dan prasarana :
- Nasi Uduk (atau nasi putih biasa
- Ingkung Ayam Kampung
- Lauk pauk dan jajanan lainnya
- Hasil bumi/pertanian
Perlengkapan Adat
- Gunungan
- “panjang ilang”
- Dupa
Sarana Pendukung Kegiatan
- Peralatan pentas seni
- Peralatan kebersihan
7. Wiwitan (Dilakukan Ketika hendak memanen padi ) Dengan sarana dan prasarana : Kendil berisi air suci, ani-ani (alat pemotong padi), bunga mawar, dan kemenyan. Selain itu, petani juga menyiapkan ubarampe atau sesaji yang berupa makanan khusus seperti tumpeng, ingkung ayam, nasi gurih, sayur, dan jajan pasar.
8. Ngeduk Pondasi (Dilakukan dengan Menentukan hari baik menurut penanggalan jawa) Dengan sarana dan prasarana : Lahan untuk pembangunan rumah baru, takir yang berisi rempah – rempah, telur, bunga, dan uang koin
9. Wiwitan (Dilakukan saat akan pemasangan atap rumah terutama balok tertinggi/ molo) Dengan sarana dan prasarana : Rumah baru, balok penyangga utama/blandar, persembahan ubo rampe, padi, kelapa, bendera
10. Tugur (Tirakatan di saat ada orang meninggal, biasanya di waktu malam hari)
11. 7 harian (Dilakukan saat tahlilan memperingati 7 harian orang yang sudah meninggal )
12. 40 harian (Dilakukan saat tahlilan memperingati 40 harian orang yang sudah meninggal )
13. Satusan (Dilakukan saat tahlilan memperingati 100 harian orang yang sudah meninggal )
14. Nyewu (Dilakukan saat tahlilan memperingati 1000 harian orang yang sudah meninggal )
15. Suran (Dilakukan Saat malam 1 suro atau malam tahun baru islam) Dengan sarana dan prasarana :
- Benda Pusaka: Keris, tombak, dan senjata tradisional lainnya merupakan sarana penting, terutama dalam prosesi Jamasan Pusaka (pencucian pusaka) dan Kirab Pusaka.
- Hidangan Tradisional (Sesaji Bubur Suran atau Jenang Suran
- Bunga-bunga
- Gunungan Tumpeng
16. Maulid Nabi (Dilakukan Saat 12 Rabiul awal/ mulud) Dengan sarana dan prasarana : Perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an dan tasbih, perlengkapan acara seperti panggung dan dekorasi, serta peralatan untuk acara makan-makan seperti wadah makanan dan minuman.
17. Tarub(Dilakukan Saat ada Warga yang memiliki hajatan ) Dengan sarana dan prasarana : Rumah Warga, peralatan janur/ blarak/ sarang bambu
18. Tarub(Dilakukan Ketika jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman)
19. Perkawinan
menjadi bagian dari tradisi penting yang tidak lepas dari adat dan budaya setempat. Kegiatan ini dilangsungkan di rumah atau gedung, dilengkapi dengan dekorasi dan gamelan sebagai pelengkap suasana. Selain sebagai momen sakral, upacara perkawinan juga menjadi ajang pelestarian tradisi serta mempererat hubungan antarwarga.
